INFORMASI KESEHATAN PEREMPUAN

Kanker Leher Rahim (Serviks)

Ketahui hubungan HPV dan kanker serviks, pencegahan dengan vaksinasi, serta pilihan skrining yang tersedia.

HPVVaksinasiIVAPap smear
Ilustrasi edukasi kasus serviks pada halaman ARUNA.
Ilustrasi edukasi kasus serviks pada halaman ARUNA.

Mengenal kanker leher rahim (serviks)

Leher rahim atau serviks adalah bagian bawah rahim yang terhubung dengan vagina. Kanker leher rahim berkaitan erat dengan infeksi menetap oleh Human Papillomavirus (HPV) berisiko tinggi.

Infeksi HPV sering tidak menyebabkan keluhan. Tidak semua infeksi HPV berkembang menjadi kanker, sehingga pencegahan dan skrining penting untuk menemukan perubahan sebelum menjadi lebih serius.

Ilustrasi perempuan berkonsultasi mengenai perdarahan tidak biasa
Ilustrasi kasus: Seorang perempuan mengalami perdarahan di luar masa haid dan berkonsultasi ke fasilitas kesehatan untuk mengetahui penyebabnya.
Diagram anatomi sederhana organ reproduksi perempuan
Gambar anatomi: serviks adalah leher rahim, yaitu bagian bawah rahim yang menghubungkan rahim dengan vagina.

Keluhan yang perlu diperiksakan

Perdarahan tidak biasaBila perdarahan muncul di luar masa haid, setelah berhubungan, atau setelah menopause, segera periksa.
Keputihan tidak biasaKeputihan yang menetap, berbau, atau bercampur darah perlu dinilai lebih lanjut.
Nyeri panggulNyeri menetap di perut bawah dapat memiliki banyak penyebab, termasuk yang perlu evaluasi klinis.
Sering tanpa gejalaKarena kanker serviks awal dapat tanpa keluhan, skrining tetap penting.
Jangan menunggu skrining rutin jika bergejala. Keluhan tersebut dapat memiliki penyebab selain kanker dan perlu diperiksa langsung oleh tenaga kesehatan.

Penyebab dan faktor risiko

Faktor utama adalah infeksi HPV berisiko tinggi yang menetap. HPV dapat menular melalui kontak seksual; seseorang dapat terinfeksi tanpa menyadarinya.

Yang perlu diketahui

Tidak semua infeksi HPV menjadi kanker, tetapi pemeriksaan teratur membantu menemukan perubahan sejak dini.

Faktor yang dibahas saat konsultasi

Tenaga kesehatan dapat menanyakan riwayat skrining, merokok, serta kondisi yang memengaruhi daya tahan tubuh.

Mempunyai faktor risiko bukan berarti pasti mengalami kanker. Informasi ini digunakan untuk menentukan edukasi, pencegahan, dan tindak lanjut yang sesuai.

Pencegahan melalui vaksinasi HPV

Vaksinasi HPV membantu melindungi dari infeksi tipe HPV yang menyebabkan sebagian besar kanker leher rahim. Jadwal dan sasaran program dapat diperbarui, sehingga ketersediaan vaksin sebaiknya ditanyakan langsung ke fasilitas kesehatan.

Catatan penting: Sudah mendapat vaksin HPV tidak menghilangkan kebutuhan skrining pada usia dan keadaan yang memenuhi syarat.

Mengenal tes DNA HPV, IVA, dan Pap smear

Tes DNA HPV

Mendeteksi materi genetik HPV berisiko tinggi dan menjadi bagian penting dalam program skrining kanker leher rahim.

IVA

Inspeksi visual leher rahim setelah pemberian asam asetat oleh petugas terlatih untuk melihat perubahan yang perlu ditindaklanjuti.

Pap smear

Pemeriksaan sel leher rahim untuk mencari perubahan abnormal yang mungkin memerlukan pemeriksaan lanjutan.

Siapa yang perlu skrining?

Secara umum, kebutuhan skrining ditentukan berdasarkan usia, aktivitas seksual, riwayat pemeriksaan, dan pedoman program saat ini.

Hasil positif HPV atau IVA bukan otomatis diagnosis kanker. Penilaian dan tindak lanjut perlu dilakukan sesuai hasil serta arahan klinis.

Jika hasil pemeriksaan tidak normal

Tenaga kesehatan akan menjelaskan arti hasil tes, kebutuhan pemeriksaan ulang, pemeriksaan lanjutan, atau rujukan. Pelaksanaannya bergantung pada hasil pemeriksaan, kondisi pasien, dan kemampuan fasilitas kesehatan.

Jangan mencoba melakukan prosedur pemeriksaan IVA atau tindakan pada leher rahim sendiri.

Langkah Anda berikutnya

  1. Catat riwayat tes IVA, Pap smear, atau DNA HPV dan simpan hasilnya.
  2. Jika memiliki keluhan seperti perdarahan tidak biasa, lakukan pemeriksaan klinis.
  3. Jika tidak bergejala, tanyakan kebutuhan skrining berdasarkan usia, riwayat, dan pedoman terkini.
  4. Gunakan informasi layanan ARUNA untuk menghubungi fasilitas kesehatan.
Sumber utama: Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Penyakit Tidak Menular. Modul Pelatihan Deteksi Dini Kanker Payudara dan Kanker Leher Rahim di FKTP (2024). Informasi disederhanakan untuk masyarakat dan tetap memerlukan peninjauan klinis sebelum publikasi resmi. Konten dan ilustrasi edukasi ditampilkan untuk membantu pemahaman pengunjung.