Pernah mendengar informasi yang membuatmu takut atau ragu untuk periksa? Yuk, cek faktanya. Informasi ini dirangkum dari sumber resmi agar kamu lebih tenang mengambil langkah berikutnya.
Sumber diperiksa pada 24 Oktober 2026. Informasi edukasi ini tidak menggantikan pemeriksaan atau diagnosis tenaga kesehatan.
Kanker Payudara
MITOS“Tidak ada keluarga yang kena kanker payudara, berarti aku aman.”
Fakta: Kanker payudara tetap bisa terjadi tanpa riwayat keluarga. Kebanyakan perempuan yang didiagnosis tidak memiliki riwayat keluarga yang diketahui. Kenali perubahan payudaramu dan bicarakan kebutuhan pemeriksaan dengan petugas.
Sumber [1]: WHO — Breast cancer
MITOS“Kalau benjolannya tidak sakit, tidak perlu diperiksa.”
Fakta: Benjolan kanker payudara sering tidak terasa nyeri. Benjolan baru atau perubahan yang tidak biasa tetap perlu diperiksa, meskipun tidak sakit.
Sumber [1]: WHO — Breast cancer
MITOS“Semua benjolan payudara pasti kanker.”
Fakta: Sebagian besar benjolan payudara bukan kanker. Penyebabnya perlu dinilai tenaga kesehatan; jangan memastikan sendiri hanya dari rasa nyeri atau bentuk benjolan.
Sumber [1]: WHO — Breast cancer
MITOS“Deodoran menyebabkan kanker payudara.”
Fakta: Penelitian yang tersedia belum menunjukkan bukti kuat bahwa penggunaan deodoran atau antiperspiran menyebabkan kanker payudara. Jangan langsung menyalahkan produk tersebut bila ada keluhan; periksakan perubahan payudaramu.
Sumber [2]: NCI — Antiperspirants/Deodorants and Breast Cancer
MITOS“Biopsi pasti membuat kanker menyebar.”
Fakta: Biopsi adalah pengambilan sedikit jaringan untuk diperiksa. Risiko penyebaran akibat biopsi atau operasi sangat rendah bila dilakukan sesuai prosedur. Bila dokter menyarankannya, tanyakan manfaat dan risikonya; jangan menunda hanya karena mitos ini.
Sumber [3]: NCI — Common Cancer Myths and Misconceptions
Kanker Serviks
MITOS“Kalau tidak ada keluhan, aku tidak perlu skrining serviks.”
Fakta: Perubahan prakanker sering tidak menimbulkan keluhan. Skrining dapat menemukan perubahan sebelum menjadi kanker. Tanyakan ke Puskesmas kapan dan jenis pemeriksaan yang sesuai untukmu.
Sumber [4]: WHO — Cervical cancer
MITOS“Sudah vaksin HPV, jadi tidak perlu skrining lagi.”
Fakta: Vaksin HPV membantu mencegah kanker serviks, tetapi skrining tetap diperlukan sesuai anjuran tenaga kesehatan dan pedoman yang berlaku, termasuk setelah vaksinasi.
Sumber [4]: WHO — Cervical cancer
MITOS“Hasil HPV positif berarti sudah kanker.”
Fakta: HPV positif bukan diagnosis kanker. Sebagian besar infeksi HPV dapat dikendalikan tubuh. Infeksi HPV risiko tinggi yang menetap dapat menyebabkan perubahan sel, sehingga hasil positif perlu ditindaklanjuti sesuai arahan petugas.
Sumber [5]: NCI — HPV and Cancer
MITOS“Vaksin HPV bisa menyembuhkan infeksi HPV yang sudah ada.”
Fakta: Vaksin HPV mencegah infeksi baru; vaksin bukan pengobatan untuk infeksi HPV atau kelainan sel yang sudah ada. Jika hasil pemeriksaan tidak normal, tindak lanjut tetap diperlukan.
Sumber [6]: NCI — Human Papillomavirus (HPV) Vaccine
MITOS“Kanker serviks tidak bisa dicegah atau ditangani.”
Fakta: Banyak kasus dapat dicegah melalui vaksin HPV dan skrining teratur. Perubahan prakanker dapat ditangani sebelum menjadi kanker. Kanker serviks yang ditemukan dini dan segera diobati memiliki peluang untuk disembuhkan.
Sumber [4]: WHO — Cervical cancer